Tokopedia

Tokopedia
Jas Hujan

STIPAP VS USU

PTKI VS Teknik Kimia USU

Asap Cair dan Manfaatnya

Google My Business (Google Place) Untuk Bisnis Lokal Berkembang

Kenapa Wikipedia Selalu Teratas di Pencarian Google

Pengalaman Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PLTGU PLN Sicanang Pembangkit Belawan Medan

http://3.bp.blogspot.com/-SW3JrvKUC_g/VP74aOVZjeI/AAAAAAAAAJc/5ISvrLQF-fA/s1600/Copy-of-300x250-sitebuilder_128.gif
Cek TOKOPEDIA 

Kebetulan saya sudah semester 7 sehingga harus menghadapi "wajib militernya" anak teknik kimia yakni kerja praktek atau PKL. semua administrasipun disiapkan untuk keberangkatan menuju tempat pkl nantinya. Kami merencanakan untuk melaksanakan PKL di BUMN yakni PT PLN Persero yang kebetulan cukup dekat jaraknya dengan Medan. Oiya, Perkenalkan nama saya Iman Tri Cahyadi salah seorang anak kampung Bagan Batu Riau yang merantau ke Medan untuk menuntut ilmu. Alkisah dimulailah pengiriman surat permohonan kami kepada pihak PLN beserta proposal tentunya. Tanpa menunggu panjang sekitar tujuh hari kami mendapatkan telepon dari bagian administrasi PLN untuk mengambil surat balasan. Isi suratnya yakni mengijinkan kami untuk melaksanakan PKL di PLN dengan syarat yang cukup banyak, mulai dari menyiapkan APD sendiri dan jika ada kecelakaan kerja pihak PLN tidak bertanggung jawab dan masih banyak lagi aturan yang dilampirkan. Kami terdiri dari 8 orang dibagi menjadi tiga tim dengan komposisi tim 1 (2 orang), tim 2 (3 orang) dan tim 3 (3 orang). Setelah kami direstui melaksanakan PKL di PLN yang berlokasi di Belawan selanjutnya kami mencari tempat kos yang muat 7 orang sebab 1 orang adalah cewek maka harus tinggal terpisah. Alhasil didapatlah tempat kos yang jaraknya tidak jauh dari Perusahaan yang nantinya tempat kami melaksanakan PKL. Lokasi kos cukup nyaman sejenis rumah kontrakan dengan dua kamar tidur dan 1 kamar mandi serta parkiran sepeda motor yang memadai.  sementara seorang cewek tinggal bersama ibu kos. pencarian kos dilaksakan hari sabtu sehingga hari minggu kami mengemasi barang untuk menghuni rumah baru (kos). untuk biaya kos cukup terjangkau yakni 250 ribu per bulan perkepala sehingga jika dihitung perhari tidak sampai 10 ribu rupiah untuk menginap di rumah tersebut. dan dimulailah ceritanya. kami melaksakan PKL pada tanggal 25 Januari 2016 sampai 15 Februari 2016. Hari senin kami berjumlah 8 orang bangun cukup pagi sekitar jam 3 pagi untuk bersiap berangkat ke lokasi. adapun pakaian yang dikenakan kostum hitam putih seperti halnya melaksanakan ujian dengan sepatu safety serta helm proyek. kami membawa 4 sepeda motor sehingga pas untuk mengantarkan 8 orang sampai tujuan. wah lokasi pkl di PT PLN memang indah dan tidak membosankan. Pada gerbang utama sudah disajikan dengan pantai mangrove dan pepohonan yang rindang.
Gambar 1. Pintu gerbang PT PLN Pulau Sicanang
Di pulau sicanang inilah terdapat pembangkit listrik tenaga uap dan gas. Jadi Pembangkit inilah yang menyuplai listrik untuk kota medan kita tercinta dan sumut secara umumnya. Sekedar informasi pengamanan di pulau sicanang ini cukup ketat. sebab pulau ini adalah termasuk kawasan vital nasional sehingga pengamanannya di dukung juga oleh TNI AL untuk berjaga jaga seandainya ada hal yang tidak diinginkan. jadi cukup gampang kita jumpai pak TNI di Pulau ini. Bagi kamu yang tidak berkepentingan biasanya dilarang untuk memasuki wilayah kerja PT PLN sehingga kamu hanya bisa memandang keindahan laut dari luar gerbang PT PLN tepatnya di jembatan yang menghubungkan Pulau Sicanang dengan Pulau Sumatera. Suasana industri bercampur dengan alam sungguh ekosistem yang seimbang. kembali ke topik pkl. hari pertama kami langsung menuju ruangan asisten manajer bagian operasi. di ruangan itu kami membahas mengenai penempatan yang cocok untuk mahasiswa teknik kimia, setelah berdiskusi lama akhirnya keputusan bersama diambil. Tim satu kebetulan terdiri dari saya dan partner saya Rory Siregar akan memcahkan permasalahan di unit desalinasi PLTGU yang mengalami penurunan produksi air demin (air untuk dibuat steam boiler). Tim 2 akan ditempatkan di bagian reverse osmosis (RO) pltu dan tim 3 di tempatkan dibagian WTP ion exchanger PLTU. Setelah asisten manajer menentukan hasil diskusi tadi maka beliau langsung memanggil seoorang pembimbing yang nantinya akan membimbing kami selama PKL. kemudian Pak pembimbing lapangan mengajak kami keliling Pulau Sicanag. sungguh luas pulau sicanang jika sudah masuk kedalamnya. disini kami diperkenalkan lokasi lokasi yang nantinya tempat kami bekerja sebagai anak PKL. dijelaskan beberapa spot dan prinsip kerja alatnya. Hari pertama pkl adalah hari yang melelahkan. dan akhirnya mentor telah selesai mengajak kami keliling selanjutnya adalah memberikan markas tempat kami istirahat dan mengerjakan laporan pkl nantinya yaitu di bagian Lab PLTGU. di lab inilah kami banyak menghabiskan waktu selama pkl. hal yang paling unik disini adalah para pekerjanya dalam transportasi menggunkan sepeda. jarak antar tempat bukanlah jarak yang dekat sehingga sepeda sangat penting dalam menunjang aktivitas pekerja.
Gambar 2. Parkiran sepeda di PLTGU (foto diambil dari dalam lab PLTGU)

karena kami diletakkan di lab sebagai markas maka selanjutnya kami berkenalan dengan sang "pemilik rumah". pekerja disini ramah ramah dan ditunjang dengan suasana ruangan yang nyaman sehingga cukup betah untuk berlama lama di markas ini. namun kami harus kelapangan untuk mengecek data serta keadaan untuk memcahkan masalah yang sedang terjadi.
Gambar 3. Desalination Plant PLTGU
Gambar 4. Desalination Plant PLTGU (he's my partner)

Pekerjaan pun dimulai. Berhari hari kami habiskan waktu di plant ini dan markas. bak sorang detektif kami mencari data data mengenai plant ini serta bertanya kepada operator yang menjalankan plant desalinasi. tak cukup disitu kami juga menemui bagian offic engineer untuk mendapatkan SOP dari plant dan manual book desain dari unit desalination Plant. Dan ternyata dari buku itu kami tahu bahwa plant dibangun oleh perusahaan jepang yaitu Sasakura Ltd. dari desain plant dan kenyataan dilapangan sungguh sudah sangat berbeda. Plant ini dibangun pada tahun 1995 tentu hal yang lumrah jika terjadi perombakan dalam operasionalnya. namun yang paling ditinjau dalam kasus yang ingin kami selesaikan adalah produksi destilat dari plant. setelah mendapatkan data grafik penurunan produksi mulai jelas, dari tahun ke tahun memang selalu mengalami penurunan. kami pun bergerak dengan water intake dari unit desal.

Bersambung....
semoga bermanfaat untuk kamu yang ingin pkl di PLN Pemnbangkit sicanang SUMBAGUT dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa.



Cara

cara membuat bor pcb murah dan sederhana

http://3.bp.blogspot.com/-SW3JrvKUC_g/VP74aOVZjeI/AAAAAAAAAJc/5ISvrLQF-fA/s1600/Copy-of-300x250-sitebuilder_128.gif
Alat yang diperlukan adalah :
1. Motor tape Rp 5000
2. Mata bor pcb Rp 1500
3. Korek kuping

Cara membuat
1. potong korek kuping sehingga hanya batang pastinya tersisa
2. Batang korek kuping dimasukkan ke motor dc tape beserta dengan mata bor pcb. Penampilannya seperti ini
3. Selanjutnya tinggal kreatifitas anda untuk memperkuat motor dengan korek kuping dan mata bor. Dalam hal ini saya pakai karet gelang

Dengan cara ini anda bisa menghemat uang karena harga bor berkisar Rp 40000.
Semoga bermanfaat
Cara

Makalah Alat Proses tentang Fan

http://3.bp.blogspot.com/-SW3JrvKUC_g/VP74aOVZjeI/AAAAAAAAAJc/5ISvrLQF-fA/s1600/Copy-of-300x250-sitebuilder_128.gif
Fan

A.    Model Skala Fan
            Secara teknis, fan dan blower merupakan dua alat/mesin yang berbeda yang memiliki fungsi yang sama yaitu memindahkan sejumlah udara atau gas pada tekanan tertentu. Istilah fan digunakan untuk menyatakan mesin yang tekanannya tidak melebihi 2 psig, sedangkan blower untuk menyatakan mesin dengan tekanan discharge antara 2 – 10 psig. Untuk mesin dengan tekanan discharge di atas 10 psig disebut sebagai kompresor. Istilah blower juga digunakan untuk kompresor rotari (positive displacement) kapasitas aliran rendah yang memiliki rasio kompresi tinggi (Sanjaya, P, 2010)
            Fan, blower dan kompresor dibedakan oleh metode yang digunakan untuk menggerakan
udara, dan oleh tekanan sistim operasinya. The American Society of Mechanical Engineers (ASME) menggunakan rasio spesifik, yaitu rasio tekanan pe ngeluaran terhadap tekanan hisap, untuk mendefinisikan fan, blower, dan kompresor (UNEP, 2010)
            Tabel 1 Pebedaan Fan, Blower dan Kompresor
Peralatan
Perbandingan Spesifik
Kenaikan tekanan (mmWg)
Fan
Sampai 1,11
1136
Blower
1,11 sampai 1,20
1136 –2066
Kompresor
Lebih dari 1,20
-
(Unep, 2010)

B.     Hukum Fan
            Fan beroperasi dibawah beberapa hukum tentang kecepatan, daya dan tekanan. Perubahan dalam kecepatan (putaran per menit atau RPM) berbagai fan akan memprediksi perubahan kenaikan tekanan dan daya yang diperlukan untuk mengoperasikan fan pada RPM yang baru (UNEP, 2010)






            Tabel 2 Kecepatan, Tekanan, dan Daya Fan
(UNEP, 2010)

C.    Jenis- Jenis Fan
                Fan dapat diklasifikasikan dalam 2 (dua) tipe yaitu: axial dan centrifugal. Axial fan beroperasi seperti propeler, yang menghasilkan aliran udara disepanjang porosnya (Sanjaya, 2010)
A.     Fan sentrifugal
            Berfungsi untuk meningkatkan kecepatan aliran udara dengan impeler berputar. Kecepatan meningkat sampai mencapai ujung blades dan kemudian diubah ke tekanan. Fan ini mampu menghasilkan tekanan tinggi yang cocok untuk kondisi operasi yang kasar, seperti sistim dengan suhu tinggi, aliran udara kotor atau lembab, dan handling bahan.








A.1 Tabel Jenis- Jenis fan
Jenis fan dan blade
Keuntungan
Kerugian
Fan radial dengan blade datar
(Gambar 1)
Cocok untuk tekanan statis tinggi (sampai
1400 mmWC) dan suhu tinggi
§ Rancangannya sederhana sehingga dapat dipakai untuk unit penggunaan khusus
§ Dapat beroperasi pada aliran udara yang rendah tanpa masalah getaran
§ Sangat tahan lama
§ Efisiensinya mencapai 75%
§ Memiliki jarak ruang kerja yang lebih besar yang berguna untuk handling padatan yang terbang (debu, serpih kayu, dan skrap logam)
§ Hanya cocok untuk laju aliran udara rendah sampai medium
Fan yang melengkung kedepan dengan blade yang melengkung kedepan (Gambar 2)
Dapat menggerakan volum udara yang besar terhadap tekanan yang relativ rendah
§ Ukurannya relatif kecil
§ Tingkat kebisingannya rendah (disebabkan rendahnya kecepatan) dan sangat cocok untuk digunakan untuk pemanasan perumahan, ventilasi, dan penyejuk udara (HVAC)
§ Hanya cocok untuk layanan penggunaan yang bersih, bukan untuk layanan kasar dan bertekanan tinggi
§ Keluaran fan sulit untuk diatur secara tepat
§ Penggerak harus dipilih secara hati-hati untuk menghindarkan beban motor berlebih sebab kurva daya meningkat sejalan dengan aliran udara
§ Efisiensi energinya relatif
rendah (55-65%)
Backward inclined fan dengan miring jauh dari arah perputaran datar, lengkung dan air foil (Gambar 3)
§ Dapat beroperasi dengan perubahan tekanan statis (asalkan bebannya tidak
berlebih ke motor)
§ Cocok untuk sistim yang tidak menentu pada aliran udara tinggi
§ Cocok untuk layanan  forced-draft
§ Fan dengan blade datar lebih kuat
§ Fan dengan blades lengkung lebih efisien
(melebihi 85%)
§ Fan dengan blades air-foil yang tipis adalah yang paling efisien
§ Tidak cocok untuk aliran udara yang kotor (karena bentuk fan mendukung terjadinya penumpukan debu)
§ Fan dengan blades air-foil
kurang stabil karena mengandalkan pada pengangkatan yang dihasilkan oleh tiap blade
§ Fan blades air-foil yang tipis akan menjadi sasaran erosi


(UNEP, 2010)

A.2 Gambar Jenis-Jenis Fan

Gambar 1 Fan Sentrifugal

Gambar 2 Fan Sentrifugal dengan blade radial
Gambar 3 Forward Curved Fan
Gambar 4 Backward Inclined Fan
(UNEP, 2010)









A.3 Jenis Blade Centrifugal
(a) forward curve                                          (b) radial blade



(c) radial tip                                                  (d) backward-inclined
                                      
                                                                        (e) air foil.

            Forward curve fan memiliki kecepatan putar yang sangat rendah untuk mengalirkan sejumlah udara serta bentuk lengkungan blade menghadap arah putaran, sehingga kurang efisien dibandingkan tipe air foil dan backward inclined. Fan jenis ini biasanya diaplikasikan untuk sistem pemanas bertekanan rendah, ventilasi, dan air conditioning radial blade fan secara umum yang paling efisien diantara centrifugal fan yang memiliki bentuk blade mengarah titik poros. Fan jenis ini digunakan untuk pemindahan bahan dan industri yang membutuhkan fan dengan tekanan di atas menengah.
            Radial tip fan lebih efisien dibandingkan fan tipe radial blade yang di desain tahan terhadap keausan dan aliran udara yang erosif.
            Backward-inclined fan memiliki blade yang lurus dengan ketebalan tunggal. Fan ini diaplikasikan pada sistem pemanas, ventilasi, air conditioning dan industri dimana blade akan mengalami lingkungan yang korosif dan lingkungan yang erosif.
            Air foil fan adalah tipe centrifugal fan yang dikembangkan untuk memperoleh efisiensi tinggi. Fan ini diaplikasikan pada sistem pemanas, ventilasi, air conditioning dan udara bersih industri dimana penghematan energi sangatlah penting (Sanjaya, 2010)

D.    Axial Fan
Fan aksial (Gambar 5) menggerakan aliran udara sepanjang sumbu fan. Cara kerja fan
seperti impele r pesawat terbang: blades fan menghasilkan pengangkatan aerodinamis yangmenekan udara. Fan ini terkenal di industri karena murah, bentuknya yang kompak danringan.

D.1 Jenis-Jenis Axial Fan
Jenis Fan
Keuntungan
Kerugian
Fan propeller (Gambar 6)
§ Menghasilkan laju aliran udara yang tinggi pada tekanan rendah
§ Tidak membutuhkan saluran kerja yang luas (sebab tekanan yang dihasilkannya kecil)
§ Murah sebab konstruksinya yang sederhana
§ Mencapai efisiensi maksimum, hampir seperti aliran yang mengalir sendiri, dan sering digunakan pada ventilasi atap
§ Dapat menghasilkan aliran dengan arah berlawanan, yang membantu dalam penggunaan ventilasi
§ Efisiensi energinya relatif
rendah
§ Agak berisik
Fan pipa aksial, pada dasarnya
fan propeller yang ditempatkan dibagian dalam silinder (Gambar 7)
§ Tekanan lebih tinggi dan efisiensi operasinya lebih baik daripada fan propeller
§ Cocok untuk tekanan menengah, penggunaan laju aliran udara yang tinggi, misalnya pemasangan saluran HVAC
§ Dapat dengan cepat dipercepat sampai ke nilai kecepatan tertentu (karena putaran massanya rendah) dan menghasilkan aliran pada arah berlawanan, yang berguna dalam berbagai penggunaan ventilasi
§ Menciptakan tekanan yang cukup untuk mengatasi kehilangan di saluran dengan ruang yang relatif efisien, yang berguna untuk pembuangan
§ Relatif mahal
§ Kebisingan aliran udara
sedang
§ Efisiensi energinya relatif
rendah (65%)
Fan dengan baling-baling aksial (Gambar 8)
§ Cocok untuk penggunaan tekanan sedang sampai tinggi
(sampai500 mmWC), seperti induced draft untuk
pembuangan boiler
§ Dapat dengan cepat dipercepat sampai ke nilai kecepatan
tertentu (disebabkan putaran massanya yang rendah) dan menghasilkan aliran pada arah berlawanan, yang berguna
dalam berbagai penggunaan ventilasi
§ Cocok untuk hubungan langsung ke as motor
§ Kebanyakan energinya efisien (mencapai 85% jika
dilengkapi dengan fan airfoil dan jarak ruang yang kecil)
§ Relatif mahal dibanding fan impeler
                                                Tabel Axial Fan
                                                (UNEP, 2010)



D.2 Gambar Axial Fan
Gambar 5 Fan Axial
Gamabar 6 Fan Propeler
Gambar 6 Fan Tabung Axial
Gambar 7 Fan Axial Fan
                                                     Gambar Axial Fan
                                                     (UNEP, 2010)
E.     Jenis Blade Axial
                                                            Gambar Jenis Blade Axial
                                                                        (Sanjaya, 2010)

F.     Kinerja/Efisiensi Fan
Efisiensi fan adalah perbandingan antara daya yang dipindahkan ke aliran udara dengan daya
yang dikirimkan oleh motor ke fan. Daya aliran udara adalah hasil dari tekanan dan aliran, dikoreksi untuk konsistensi unit.
            Efisiensi fan tergantung pada jenis fan dan impelernya. Dengan meningkatnya laju aliran,
efisiensi meningkat ke ketinggian tertentu (“efisiensi puncak”) dan kemudian turun dengan kenaikan laju alir lebih lanjut (lihat Gambar 9). Kisaran efisiensi puncak untuk berbagai jenis fan sentrifugal dan aksial diberikan dalam Tabel 5.
Gambar 9 Efisiensi Versus Laju Reaksi                       Tabel 5 Efisiensi Berbagai Fan
                                                            (UNEP,2010)
            Kinerja fan biasanya diperkirakan dengan menggunakan sebuah grafik yang memperlihatkan berbagai tekanan yang dihasilkan oleh fan dan daya yang diperlukannya. Pabrik pembuat umumnya menyediakan kurva kinerja fan tersebut. Grafik ini penting untuk dimengerti dalam merancang, mencari sumber, dan mengoperasikan sistim fan dan merupakan kunci bagi pemilihan fan yang optimal.






G.    Metodologi Kinerja Fan
            Sebelum efisiensi fan dapat dihitung, sejumlah parameter operasi harus diukur, termasuk
kecepatan udara, head tekanan, suhu aliran udara pada fan dan input kW listrik dari motor. Dalam rangka mendapatkan gambaran operasi yang benar harus diyakinkan bahwa:
            § Fan dan komponennya beroperasi dengan benar pada kecepatannya
            § Operasi berada pada kondisi stabil; suhu, berat jenis, resistansi sistim yang stabil dll.
            Perhitungan efisiensi fan dijelaskan dalam beberapa tahap.
            Tahap 1: menghitung berat jenis gas
                            Tahap pertama adalah menghitung berat jenis udara atau gas dengan menggunakan        persamaan sebagai berikut:
 

            Tahap 2: mengukur kecepatan udara dan menghitung kecepatan udara rata-rata
                            Kecepatan udara dapat diukur dengan menggunakan sebuah tabung pitot dan manometer, atau dengan sensor aliran (instrumen tekanan diferensial), atau anemometer yang akurat. Gambar 15 memperlihatkan bagaimana tekanan kecepatan diukur dengan menggunakan sebuah tabung pitot dan manometer. Tekanan total diukur denan menggunakan pipa bagian dalam dari tabung pitot dan tekanan statis diukur dengan menggunakan pipa luar dari tabung pitot. Jika ujung tabung luar dan dalam disambungkan ke manometer, didapatkan tekanan kecepatan (yaitu perbedaan antara tekanan total dan tekanan statis). Untuk mengukur kecepatan yang rendah, lebih disukai menggunakan manometer dengan pipa tegak keatas daripada manometer pipa-U. Lihat bab tentang Peralatan Pemantauan untuk penjelasan mengenai manometer.

                                               
                            Gambar 10. Pengukuran Tekanan Kecepatan Dengan Tabung Pitot
            Menghitung kecepatan udara rata-rata dengan mengambil sejumlah pembacaan tekanan kecepatan yang melintasi bagian melintang saluran dengan menggunakan persamaan berikut
            Dimana:
                        Cp = Konstanta tabung pitot, 0,85 (atau) yang diberikan oleh pabrik pembuatnya
                        Dp = Perbedaan tekanan rata-rata yang diukur oleh tabung pitot dengan mengambil                                   pengukuran pada sejumlah titik pada seluruh bagian melintang saluran.
            Tahap 3: menghitung aliran volumetrik
                            Tahap ketiga adalah menghitung aliran volumetrik sebagai berikut:
        § Ukur diameter saluran (atau dari sek itarnya dimana diameter dapat                                   diperkirakan).
        § Hitung volum udara/gas dalam saluran dengan hubungan sebagai berikut
            Tahap 4: menghitung efisiensi fan

                            Efisiensi mekanik dan statik dapat dihitung sebagai berikut:
a). Efisiensi mekanik :
                            b) Efisiensi Statik, yang sama kecuali jika tekanan kecepatan pada saluran keluar                              tidak ditambahkan ke tekanan statik fan





H.    Memilih fan yang benar
            Pertimbangan penting ketika memilih fan adalah (US DOE, 1989):
   § Kebisingan
   § Kecepatan perputaran
   § Karakteristik aliran udara
   § Kisaran suhu
   § Variasi dalam kondisi operasi
   § Ketidakleluasaan ruang dan tata letak sistim
   § Harga pembelian, biaya operasi (ditentukan oleh efisiensi dan perawatan), dan umur
                   operasi
            Namun, sebagai aturan umum, penting untuk diketahui bahwa untuk memperbaiki kinerja sistim fan secara efektif, perancang dan operator juga harus mengerti bagaimana fungsi komponen sistim lain. “Pendekatan sistim” membutuhkan pengetahuan tentang interaksi antara fan, peralatan yang mendukung operasi fan, dan komponen yang dilayani oleh fan. Penggunaan “pendekatan sistim” dalam proses pemilihan fan akan menghasilkan sistim yang lebih tenang, lebih efisien, dan lebih handal.

            Masalah yang umum adalah bahwa perusahaan membeli fan yang kebesaran kapasitasnya. Fan tersebut tidak akan beroperasi pada titik efisiensi terbaiknya (BEP) dan dalam kasus yang ekstrim fan tersebut mungkin beroperasi pada kondisi yang tidak stabil disebabkan titik operasi pada kurva aliran udara – tekanan fan. Fan yang kebesaran mengakibatkan kelebihan aliran energi, menyebabkan tingginya kebisingan aliran udara dan meningkatkan stress pada fan dan sistim. Sebagai akibatnya, fan yang kebesaran tidak hanya mahal harganya dan pengoperasiannya, tetapi juga menciptakan masalah kinerja sistim yang sebetulnya dapat dihindarkan. Penyelesaian yang mungkin adalah mengganti fan, mengganti motor, atau menggunakan motor penggerak variasi kecepatan/ variable speed drive..
Cara